5 Cara Dalam Memilih Influencer Untuk Mempromosikan Produk

Bisnis

influencer adalah

Alasannya, jangkauan pesan dari influencer premium luar biasa luas. Dilihat dari jumlahnya, Anda mungkin berpikir bahwa menggunakan influencer mikro tidak efektif untuk promosi produk. Berdasarkan konten yang diproduksinya, influencer dikelompokkan sebagai Bloggers, Youtubers, Social Posts Only, dan yang belakangan ini semakin populer yakni Podcasters. Penting untuk dicatat bahwa para influencer bukan hanya dapat dijadikan sebagai alat pemasaran semata. Lebih dari itu, mereka juga merupakan aset social relationship yang dapat diajak berkolaborasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Suara. com – Walaupun istilah influencer sudah tidak asing lagi kita dengar, namun pengertian influencer masih menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Pasalnya, terdapat berbagai pengertian yang dapat mendeskripsikan apa itu influencer. Setelah menghubungi influencer, biarkan saja ia mempertimbangkan keputusannya. Jangan berulang kali menghubunginya kembali untuk follow-up, apalagi jika Anda melakukannya setiap hari. Niat Anda mungkin baik, yakni untuk mengingatkaninfluencer, tetapi hal tersebut justru malah akan membuat influencer merasa dikejar. Tentukan target audiens Anda, coba segmentasikan berdasarkan beberapa kategori seperti usia, jenis kelamin, lokasi tempat tinggal, lifestyle, dan ketertarikannya.

Maka dari itu, memanfaatkan influencer untuk mempromosikan produk kamu menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan lebih banyak calon klien. Untuk mengetahuinya Anda bisa langsung mengirim pesan kepada influencer, Anda bisa menggunakan direct message atau pun menggunakan kontak email/WA yang disediakan pada profil mereka. Kirim surat resmi jika perlu serta detil marketing yang ingin Anda lakukan. Pada artikel ini kita akan membahas tentang arti influencer dan bagaimana memilih mereka untuk bisnis Anda. Bila Anda benar-benar ingin menjadi seorang influencer, jangan lupa untuk mengunggah konten-konten positif bagi masyarakat. Berikan suguhan yang membangun dan mengedukasi netizen atau masyarakat. Jadi Anda bukan hanya bisakaya raya dari medsos, tapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat.

influencer adalah

Hal ini akan menentukan lama campaign, jenis campaign, bahkan influencer yang akan dipilih. Dana Rp10, 83 miliar di Kominfo dipakai untuk melatih influencer dan membiayai artis yang membawa obor Sea Games. Menanggapi hal itu, staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum, Prof Henry Subiakto menegaskan bahwa Kominfo tidak pernah menggunakan jasa influenzer.

Bahkan, jika menyasar komunitas tertentu, menggunakan influencer mikro tentu lebih pas. Intinya, setiap aktivitas dari influencer selalu menjadi pusat perhatian followernya. Jika Anda hanya melihat jumlah follower saja, namun sang public figure kerap bermasalah dengan hukum, misalnya, tentu akan berpengaruh pada produk Anda. Di sisi lain, jika promosi produk Anda skalanya kecil, menggunakan influencer mikro tentu lebih pas karena budget yang Anda keluarkan sesuai dengan hasil akhir yang Anda dapatkan. Tidak sedikit blog yang digunakan untuk melakukan review tentang suatu produk, seperti blog Sasyachi yang mengulas beragam produk kecantikan. Persentase pembelian produk dari rekomendasi influencer premium mungkin tidak sebesar influencer lain, namun tetap saja menjanjikan.

Terakhir atau poin kelima dalam menentukan influencer adalah dengan memprediksi tingkat engagement. Engagement penting untuk kamu perhatikan untuk melihat berhasil atau tidaknya produk yang ditawarkan menggunakan influencer tersebut. Bahkan, sebagian besar influencer mikro cenderung menggunakan produk sebelum merekomendasikannya. Contoh di atas membuktikan bahwa Anda tidak harus menggunakan influencer premium saat promosi produk untuk menggebrak pasar.